Selamat datang di situs kami, Lerak Asli Indonesia Ronsari NL
Latest News

Memuliakan Lerak


Memuliakan Lerak

Diketik ulang dari artikel Jendela Kedaulatan Rakyat Minggu Pagi
No 35 th 64 Minggu IV November 2011

Eko Yuningsih


Jauh sebelum ditemukan formula sabun, nenek moyang kita mencuci pakaian menggunakan lerak. Lerak, merupakan buah dari pohon lerak itu memang mengandung busa, licin, dan punya daya untuk membersihkan kotoran pakaian.



Zaman modern ikut mengubah budaya masyarakat. Termasuk soal cuci mencuci pakaian. Lerak kian termarginalkan oleh sabun kemasan yang dianggap lebih praktis. Meski begitu, untuk mencuci batik tulis, banyak yang masih menggunakan lerak.


Pertimbangannya lerak tak membuat luntur atau apalagi motif batik jadi pudar. Salah satu kelebihan lerak memang tak membuat pudar warna pakaian. Maka, Eko Yuningsih (44), terpanggil melestarikan lerak sebagai sabun cuci tradisional. Ketertarikan Naning, panggilannya, melestarikan penggunaan lerak sebagai sabun cuci, terbentuk dari kebiasaan keluarganya yang selalu mencuci pakaian dengan lerak.


Maka, bergelut dengan tanaman lerak kini menjadi kegiatan Naning sehari-hari, selain menjadi tenaga administrasi di kampus STPMD APMD. Dia mengolah buah lerak menjadi sari lerak (lerak cair-red) dengan proses tradisional. Tujuan memproses sari lerak (lerak cair) untuk memudahkan penggunaan. Artinya,  ketika mencuci dengan lerak, tak perlu lagi memecah buah lerak dan kemudian merendamnya dalam air panas sambil diremas-remas dengan maksud agar keluar sari minyaknya yang lantas menjadi busa. Dengan sari lerak (lerak cair) penggunaannya tinggal tuang. Praktis seperti sabun modern. Perpaduan keunggulan lerak dibanding sabun cuci kimia plus kepraktisan setelah diolah menjadi sari lerak, menjadikan masyarakat secara perlahan mulai menerima kembali lerak. Tak heran home industry sari lerak (lerak cair) yang dikelola Naning, perlahan tapi pasti terus berkembang. Bahkan dijual di 120 toko batik di Jogja. Melanglang pula ke Bogor, Jakarta, Surabaya, malang, Madura dan Bali.


Selain memproduksi sari lerak (lerak cair), ibu dua anak ini juga aktif melakukan penyuluhan kepada masyarakat mengenai buah lerak. Juga memberi pelatihan proses produksi sari lerak (lerak cair). Dari penyuluhan yang sering dia lakukan, dia menemukan fakta. Masih banyak masyarakat yang tidak mengenal tanaman lerak. Penyuluhan dan pelatihan ke ibu-ibu di kelurahan-kelurahan dan kecamatan, ujarnya saat ditemui di gudang pembuatan sari leraknya, Selasa (22/11).


Mengenalkan manfaat buah lerak juga dia lakukan melalui ajang pameran. Dia sering mengikuti ekspo untuk mengenalkan produknya. Untuk memberikan edukasi yang komprehensif melalui ajang ekspo, dia juga memajang pohon lerak di stan pameran. Juga brosur, tentang proses pembuatan lerak. Tak ayal, sambutan para pengunjung pameran sangat antusias. Karena aktif memberi penyuluhan dan pelatihan, naming kerap kedatangan tamu ibu-ibu PKK dari berbagai daerah. Setelah saya kenalkan pohon dan buah lerak, ada beberapa yang baru tahu kalau pohon dan buah yang biasa mereka lihat ternyata pohon lerak. Mereka juga baru tahu manfaatnya, ungkapnya. Naning memang aktif mengenalkan tanaman lerak ke tengah masyarakat. Terlebih ke kalangan anak muda. Saya sangat senang sekali kalau ada anak muda yang tahu tanaman lerak, tahu manfaat dari buah lerak tidak cuma bisa digunakan sebagai sabun, tapi juga sebagai obat kulit dan bisa diolah jadi obat nyamuk, jelasnya bangga.


Lerak memang memberikan kontribusi besar bagi keluarga Naning. Meski memiliki pekerjaan tetap yang sudah ia geluti selama bertahun-tahun, namun diakui Naning ia justru lebih bangga jika dikenal sebagai pembuat sari lerak. Lerak memiliki arti tersendiri bagi Naning. “Lebih bangga kalau bisa membeli sesuatu dari hasil sari lerak (lerak cair) yang saya buat secara manual. Entah kenapa”, ucapnya.


Lebih lanjut ia mengatakan, ia berharap kabupaten yang ada di Yogyakarta ditanam pohon lerak. Ia ingin semua masyarakat bisa merasakan manfaat dari tanaman lerak. “Satu keluarga dapat empat buah lerak dan merasakan manfat dari empat buah lerak sudah sangat bagus. Saya ingin masyarakat tahu bahwa ada sabun alami yang sudah disediakan alam untuk kita, “pungkasnya (Cin).


Updated 11 Feb 2012 08:49
Latest News : Lerak dan Sirih, Pilihan Alami Pengganti Sabun Cuci Tangan