Selamat datang di situs kami, Lerak Asli Indonesia Ronsari NL
Latest News

LERAK (Sapindus Rarak) : TANAMAN INDUSTRI PENGGANTI SABUN


LERAK (Sapindus Rarak) : TANAMAN INDUSTRI PENGGANTI SABUN
diambil dari : Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, Volume 15 Nomor  2, Agustus 2009

Tanaman lerak (Sapindus rarak DC) merupakan tanaman industri yang cukup baik untuk dikembangkan, termasuk dalam famili Sapindaceae yang tumbuh dengan baik pada ketinggian 450 sampai 1.500 mdpl.Di Jawa tanaman ini tumbuh liar, tinggi tanaman dapat mencapai 42m dan mempunyai diameter batang 1 m. Tanaman ini mempunyai nama yang berbeda pada setiap daerah, seperti di Palembang disebut lamuran, di Jawa lerak dan di Jawa Barat sering disebut rerek.Kayunya sangat ringan dan biasa digunakan sebagai papan cor, batang korek api dan kerajinan dari kayu. Kulit batang dapat digunakan sebagai pembersih rambut, buahnya yang bulat dapat dimanfaatkan sebagai pengganti sabun untuk mencuci berbagai macam kain, biasa digunakan dalam industri batik karena tanaman ini buahnya mengandung saponin. 
Selain sebagai pencuci kain batik di Jawa, biasa juga digunakan untuk mencuci perhiasan yang terbuat dari logam mulia, sebagai pembersih muka guna menghilangkan jerawat dan dapat digunakan sebagai obat penyakit kulit terutama penyakit kudis. Dalam bidang pertanian dapat digunakan sebagai insektisida (serangga) dan nematisida terutama cacing tanah.Biji yang bulat dapat digunakan sebagai industri kerajinan tangan, banyak digunakan sebagai tasbih karena warnanya hitam seperti kayu eboni. 

Klasifikasi tumbuhan lerak adalah sebagai berikut: 
Divisio         : Spermatophyta, 
Sub Divisi    : Angiospermae, 
Kelas          : Dicotyledone, 
Ordo           : Sapindales, 
Famili         : Sapindaceae, 
Genus        : Sapindus, 
Spesies      :  Sapindus rarak DC 

Lerak biasa tumbuh liar di hutan dengan tinggi 15 - 42 m dengan diameter batang 1 m dan tumbuh rindang, bentuk Tanaman ini mempunyai bunga majemuk tidak terbatas (inflorescentia centripetala) dimana bunga mekar dari bawah ke atas sehingga berbentuk tandan dengan tangkai bunga tumbuh dari ujung batang. Buah lerak merupakan buah tunggal berbentuk bulat dengan diameter  2 cm,biji dilindungi oleh kulit biji dengan warna kulit biji berwarna hijau, bila telah masak berwarna cokelat  bila dikeringkan berwarna hitam. Biji bersama kulitnya bila direndam akan mengeluarkan busa arena kulit biji banyak mengandung saponin (28%), sehingga dapat digunakan dalam pembuatan sabun, obat cuci rambut dan berbagai alat kosmetika. Lingkungan tumbuh Tanaman lerak paling sesuai pada iklim tropik dengan kelembaban tinggi, berdrainase baik, subur dan  mengandung banyak humus. Lerak tumbuh pada ketinggian di bawah 1.500 m di atas permukaan laut, dengan pertumbuhan paling baik  pada daerah berbukit dataran rendah dengan ketinggian 0 - 450 m di atas permukaan laut, curah hujan rata-rata 1.250 mm/tahun. Lerak termasuk dalam kelas Dicotyledone,berakar tunggang dengan perakaran yang kompak. Oleh karena itu tanaman ini dapat digunakan sebagai pengendali erosi dan penahan angin, sebagai tanaman pekarangan yang agak jauh dari rumah. Tanaman  mulai berbuah pada umur 5 - 15 tahun, musim berbuah pada awal musim hujan dan menghasilkan biji sebanyak 1.000 - 1.500 biji. Tanaman lerak mempunyai bentuk daun majemuk, menyirip ganjil anak daun bentuk lanset (lanceolatus), bentuk ujung daun runcing, pangkal daun tumpul, tepi rata, dengan panjang 5 - 18 cm, lebar 2,5 - 3,0 cm, bertangkai pendek dan berwarna hijau. Lerak menghasilkan bunga dan buah yang tumbuh langsung dari kuncup dorman pada batang utama atau cabang utama. Bunga lerak berbentuk tandan (racemes), bunga majemuk, mahkota bentuk periuk (hypanthodium), warna kuning keputihan, mahkota empat dan kelopak lima. Penyebaran Tanaman lerak tersebar di berbagai daerah Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Akan tetapi tanaman ini belum dibudidayakan secara luas dan masih terbatas sebagai tanaman sampingan saja. 

Budidaya
Penyiapan bahan tanaman.Perbanyakan secara generatif dengan biji. Buah lerak tersusun dalam tandan dengan jumlah 8 - 12 biji, berbentuk bulat dengan ukuran 2,0 cm, berwarna hijau tua dan biji berwarna hitam. Biji yang akan digunakan untuk perbanyakan harus sudah cukup tua dan sehat. Biji disimpan di tempat teduh dan dibasahi secara teratur sebelum disemaikan, kemudian biji disemaikan hingga menjadi benih. 

Bercocok tanam 
Jarak tanam untuk tanaman lerak, adalah 6 x 6 m, 8 x 8 m atau 10 x 10 m. Benih berasal dari biji, dan dapat dipindah ke lapangan pada umur 3 bulan dengan tinggi 30 - 40 cm dengan cara membuka tanaman dari polibeg dan dimasukkan ke dalam lubang tanam dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm. Pupuk kandang yang diberikan sebanyak 5 kg/lubang tanam. Cara pemeliharaan tanaman lerak tidak memerlukan penanganan khusus. Penyiangan dan pembumbunan dilakukan sampai tanaman berumur 2 tahun. Panen buah Tanaman lerak mulai berbuah pada umur 5 - 10 tahun,musim berbuah setiap tahunnya yaitu pada setiap awal musim hujan bulan Nopember-Januari. Bentuk buah lerak bulat kelereng, berukuran   diameter 2  cm,  berkulit tipis dengan permukaan licin, tangkai pendek. Buah masak  ditandai dengan warna hijau tua sampai cokelat. Panen buah dilakukan dengan  memotong tangkai buah yang telah matang dengan galah bambu yang diberi pisau atau dibiarkan jatuh. Buah yang telah dipetik dikeringkan dengan cara dijemur sehingga kulit biji berkerut keriput. 

Manfaat buah lerak 
Tinggi tanaman dapat mencapai 15 - 42 meter, bertajuk rindang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman penghijauan, dan pohon pelindung. Sebagai tanaman pekarangan dekat rumah. Kayu dari tanaman lerak dapat digunakan sebagai papan, dan batang korek api. Biji lerak kering bila direndam dalam air akan mengeluarkan busa saponin yang dapat membersihkan kain. Di Jawa banyak dijumpai untuk membatik, dan membersihkan barang berharga yang terbuat dari logam mulia (emas dan perak),  manfaat  lainnya dapat digunakan sebagai insektisida dan nematisida serta sebagai antiseptik sering digunakan untuk mengobati kudis, sebagai kosmetik dan pembersih rambut (sampo).  Komponen yang terdapat dalam buah lerak antara lain :  Saponin 28%, senyawa alkaloid, polifenol, senyawa antioksidan dan golongan flavanoid, juga tannin. Harga biji kering lerak saat ini di pasaran berkisar antara Rp 20.000 - Rp 40.000,-/kg. 

Penutup
Tanaman lerak belum dibudidayakan secara luas, tetapi mempunyai manfaat yang cukup potensial sebagai bahan pengganti sabun. Manfaat  lainnya dapat digunakan sebagai insektisida dan nematisida serta sebagai antiseptik sering digunakan untuk mengobati kudis, kosmetik (jerawat) dan pembersih rambut (sampo). Selain itu tanaman ini juga dapat dikembangkan sebagai bahan konservasi dan  untuk penghijauan Tanaman lerak dapat ditanam sebagai tanaman peneduh di tepi jalan, tanaman pekarangan dan  penghijauan yang mempunyai nilai ekonomi dan bermanfaat.

LabaUdarno,Balittr
http://perkebunan.litbang.deptan.go.id/upload.files/File/publikasi/warta/warta%202009/perkebunan_Warta-15_2_09.pdf

Updated 11 Feb 2012 08:34
Latest News : Lerak dan Sirih, Pilihan Alami Pengganti Sabun Cuci Tangan